Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru) - Mendukung program pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045, Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru berperan aktif dalam upaya optimasi penanganan stunting secara komprehensif. Bekerjasama dengan berbagai pihak, Kantor Kemenag Banjarbaru mendorong partisipasi bersama antara pemerintah dan masyarakat Banjarbaru agar masalah stunting dapat teratasi.
Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, saat menghadiri rapat koordinasi virtual GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) BKKBN Prov.Kalsel, Kamis (20/2/25), bersepakat bahwa peran orang tua asuh sebagai solusi konkret dalam menekan angka stunting. Turut hadir di rakor virtual GENTING Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Banjarbaru, H. Rimazullah.
Mukhlis mengatakan bahwa kehadiran orang tua asuh dapat membantu keluarga yang memiliki resiko tinggi terhadap stunting. “GENTING adalah salah satu cara untuk menanggulangi stunting dengan dasar gotong-royong. GENTING mengajak berbagai pihak untuk mempercepat penuruan stunting di Banjarbaru”, ucapnya.
Melalui gerakan orang tua asuh ini diharapkan membantu pemenuhan gizi anak stunting sehingga dapat berkembangan dengan baik secara fisik maupun konginif. Anak-anak yang tumbuh dengan baik akan memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, sehingga mereka dapat mencapai potensi terbaik untuk ikut membangun kota Banjarbaru.
“Masalah kesehatan anak, tidak sebatas tanggungjawab pemerintah di sektor kesehatan. Selagi kita bisa terlibat dan membawa dampak positif, maka kita dapat saling mendukung,” tambahnya.
Mukhlis berharap melalui GENTING anak-anak stunting mendapatkan dukungan gizi, pendidikan, dan perhatian secara berkelanjutan. Banjarbaru diharapkan menjadi kota yang semakin pro aktif terhadap percepatan penurunan angka stunting.
Kementerian Agama dijelaskannya berperan mencegah stunting melalui bimbingan perkawinan dan bimbingan masyarakat. Di kesempatan tersebut, calon pengantin diberikan pemahaman dini terkait keluarga, termasuk perihal kesehatan dan ketahanan keluarga. “Masyarakat kita ajak untuk memahami isu-isu kesehatan, khususnya stunting,” tambahnya.
“Kita telah memberikan arahan kepada Penyuluh Agama agar ikut terlibat dalam menanggulangi stunting. Dengan pendekatan agama dan bahasa yang sesuai, diharapkan Penyuluh menyampaikan pentingnya mencegah stunting pada materi khutbah, ceramah maupun tausyiah,” pungkasnya.
Pewarta: Rima
Foto: Nurul
Redaktur: Alfin








