Banjarbaru Kemenag BJB. Apel Senin sekaligus upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 pada Senin, (19/5), di halaman kantor Kemenag Banjarbaru. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta perwakilan dari instansi keagamaan.
Dalam amanatnya, Mukhlis menekankan pentingnya menjadikan momentum Harkitnas sebagai pengingat semangat persatuan, perjuangan, dan kebangkitan bangsa yang telah dirintis oleh para tokoh pergerakan nasional. Mengingat 20 mei miliki sejarah penting.
"Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi momen refleksi untuk terus memperkuat semangat gotong royong, menjaga toleransi antarumat beragama, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Menurutnya Harkitnas bukan hanya seremonial tahunan, tetapi merupakan ajakan untuk kembali memahami semangat kebangkitan yang digelorakan oleh para pendiri bangsa.
"Kebangkitan nasional adalah kebangkitan nilai-nilai persatuan, kesadaran berbangsa, dan semangat membangun peradaban melalui ilmu, iman, dan integritas. Kita, ASN Kementerian Agama, harus menjadi bagian dari semangat kebangkitan nasional" tambahnya.
Usai membacakan pidato resmi dari Menkomdigi Meutya Viada Hafid, Orang nomor satu di kemenag idaman Banjarbaru juga kembali mengatakan, sebagai insan Kementerian Agama, semangat kebangkitan juga harus tercermin dalam pelayanan publik yang humanis, inklusif, dan profesional, serta menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai pilar kebangsaan.
"Hari Kebangkitan Nasional adalah pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak bisa dicapai tanpa kerja sama, rasa memiliki, dan tanggung jawab bersama. Mari jadikan momentum ini untuk menyatukan langkah menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya dalam pidato apel dan upacara Harkitnas. Ard
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Redaktur: Alfin
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Redaktur: Alfin








