Banjarbaru – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kerukunan umat beragama. Hal itu terlihat saat rapat terbatas yang digelar bersama penyuluh lintas agama dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), senin (1/9).
Rapat ini membahas isu aktual terkait perizinan pembangunan tempat ibadah, khususnya mengenai keberadaan rumah ibadah yang sebelumnya menjadi perhatian publik dalam Kesbangpol dan pembahasan di Gedung DPRD Kota Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir. .
Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, dalam arahannya menegaskan bahwa setiap proses perizinan rumah ibadah harus berpijak pada regulasi yang ada serta semangat moderasi beragama.
“Kementerian Agama hadir untuk memastikan agar setiap umat beragama dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, damai, dan sesuai aturan yang berlaku. Persoalan izin rumah ibadah, harus disikapi dengan bijak, transparan, serta menjunjung tinggi nilai toleransi. Yang terpenting adalah menjaga kebersamaan dan tidak menimbulkan gesekan di masyarakat,” ujar Mukhlis.
Rapat tersebut juga dihadiri Widi Pramono, penyuluh Kristen Kemenag Banjarbaru, yang memberikan tanggapan atas arahan Kakankemenag. Ia menilai bahwa keterbukaan ruang dialog seperti ini sangat penting agar tidak ada kesalahpahaman antarumat beragama.
“Kami mengapresiasi arahan Kepala Kemenag. Dialog dan koordinasi ini menjadi jalan terbaik untuk menyamakan persepsi. Bagi kami, persoalan izin rumah ibadah tidak hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut rasa saling menghormati antarumat beragama. Dengan adanya arahan ini, kami berharap solusi yang diambil tetap menjaga kerukunan,” ungkap Widi.
Sementara itu, Ketua IPARI Kota Banjarbaru, H. Fauzi, menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam menjaga keteduhan masyarakat di lapangan. Menurutnya, isu perizinan rumah ibadah kerap sensitif sehingga perlu pendekatan yang persuasif dan menyejukkan.
“Penyuluh adalah ujung tombak moderasi beragama. Kami siap mendampingi masyarakat agar persoalan seperti ini tidak menimbulkan gesekan. Arahan dari Kepala Kemenag menjadi panduan kami dalam bekerja, bagaimana tetap menjaga harmoni dan mengedepankan musyawarah,” tegas Fauzi.
Dengan adanya rapat terbatas ini, diharapkan seluruh elemen lintas agama di Banjarbaru semakin solid dalam memperkuat moderasi beragama dan bersama-sama mendukung terciptanya suasana kondusif di tengah masyarakat. Diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








