BANJARBARU kemenag bjb— Kabar membanggakan kembali datang untuk dunia pendidikan keagamaan di Kota Banjarbaru. Ustadzah Norlatifah, dari Pondok Pesantren Darul Ihsan Boarding School, resmi dinobatkan sebagai Duta Pembicara Muda Indonesia Tahun 2025. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan almamater pesantren, tetapi juga menjadi penegas bahwa lembaga pendidikan keagamaan mampu melahirkan orator-orator muda yang berkelas nasional.
Mendengar kabar tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani Pada Jumat 5/12 menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih Ustadzah Norlatifah menjadi bukti nyata bahwa pesantren memiliki ruang besar untuk berkompetisi, berprestasi, dan memberikan sumbangsih intelektual bagi bangsa.
“Atas nama Kementerian Agama Kota Banjarbaru, kami menyampaikan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada Ustadzah Norlatifah. Beliau adalah contoh bahwa generasi muda pesantren memiliki kemampuan berbicara yang luar biasa, bernalar kuat, dan siap tampil di panggung nasional,” ujarnya.
Mukhlis juga menegaskan bahwa Kemenag Banjarbaru akan terus mendukung tumbuhnya generasi muda berpotensi, khususnya mereka yang bergerak pada bidang leadership, komunikasi publik, dan ketokohan generasi.
“Kami percaya, kemampuan berbicara adalah bagian dari kepemimpinan. Dan lahirnya figur seperti Ustadzah Norlatifah menunjukkan bahwa pesantren punya ekosistem yang kuat untuk menumbuhkan pemimpin muda masa depan. Kemenag akan terus mendorong ruang-ruang pembinaan agar semakin banyak talenta yang tampil ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kemenag Banjarbaru, H. Khairani, juga menyampaikan apresiasi yang tak kalah hangat. Baginya, pencapaian ini adalah sinyal kuat bahwa pesantren tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu menjadi kawah candradimuka pembentukan kemampuan komunikasi, karakter, dan mental juara.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan besar, tidak hanya bagi Darul Ihsan sebagai pesantren pembina, tetapi juga bagi Kementerian Agama Kota Banjarbaru. Kita patut bersyukur bahwa pesantren hari ini mampu bersaing secara nasional, bahkan dalam bidang yang identik dengan retorika dan public speaking,” terang Khairani.
Ia menyebut, keberhasilan Ustadzah Norlatifah adalah simbol bahwa pendidikan pesantren sangat adaptif dengan kebutuhan zaman, melahirkan generasi yang kompeten, moderat, dan komunikatif.
“Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren tidak menghambat kreativitas, justru memperkuatnya. Public speaker yang lahir dari pesantren memiliki karakter, akhlak, dan ketegasan berpikir. Inilah yang membuat mereka istimewa,” tambah Khairani.
Prestasi Ustadzah Norlatifah diharapkan menjadi inspirasi bagi para santri dan generasi muda Banjarbaru untuk tidak ragu menapaki panggung nasional, sekaligus membawa nama pesantren semakin dikenal sebagai pusat lahirnya orator-orator hebat Indonesia. Diy
Pewarta: Mardian
Foto: Kontri
Pewarta: Mardian
Foto: Kontri








