Presentasi kritis Hakim cabang KTI Hati-hati dalam memberikan penilaian

Presentasi kritis Hakim cabang KTI Hati-hati dalam memberikan penilaian
Banjarbaru Kemenag BJB. Presentasi yang kritis, lugas, dan sesuai fakta. Jadi hal terpenting bagi para peserta lomba karya tulis ilmiah KTI pada MTQN Kota Banjarbaru ke-19 yang berlangsung di aula integritas Kementerian Agama kota Banjarbaru pada Jumat (20/12). Sebelumnya dewan hakim melakukan seleksi bagi 7 peserta laki-laki dan 5 perempuan. Puncaknya yang mampu beradu pada babak final ini tiga peserta laki-laki dan 3 peserta perempuan dari berbagai kafilah. 

"para dewan hakim harus secara jeli meneliti dan menelaah karya tulis apakah sesuai dengan kaidah yang ditentukan, terkait referensi yang mereka dapatkan sebagai bahan materi dalam presentasi yang dilakukan di depan dewan hakim, termasuk apakah ada indikasi plagiasi yang dilakukan oleh peserta" ketua dewan Hakim Dr. H. Akhmad Maki saat ditemui kontributor jurnal MTQ Nasional tingkat Kota Banjarbaru Mardian saat usai lomba. 

Menurut pria lulusan S3 universitas Islam Nusantara Bandung ini, karya tulis yang disajikan para peserta cukup apik, sehingga para dewan Hakim harus hati-hati dalam melakukan proses penilaian baik karya tulis peserta, hingga proses presentasi serta menjawab pertanyaan dari dewan Hakim perlombaan. 

"dalam sebuah karya tulis, para penulis dituntut Formal dan objektif, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengutamakan keakuratan dan kevalidan data, Menghindari kesalahan gramatika dan ejaan, serta penguasaan materi yang disajikan dalam presentasi" ujar Maki kepada Diyan.

Di waktu yang sama,  zuhairi nur afzan salah satu anggota dewan Hakim yang masih aktif menjadi pengajar salah satu pondok pesantren Dan juga menjadi pengawas madrasah Kementerian Agama kota Banjarbaru menyebutkan, para peserta yang melakukan presentasi sebagian besar menguasai materi yang dipresentasikan, sehingga dewan Hakim dituntut ketelitian dalam melakukan seleksi penentuan juara lomba karya tulis ilmiah MTQ Nasional tingkat kota Banjarbaru ke-19 tahun ini. 

"yang menjadi juara dalam lomba kategori karya tulis ilmiah ini, nantinya berkesempatan menjadi kandidat dalam kategori KTI perwakilan Banjarbaru pada MTQ Nasional tingkat provinsi di Kabupaten Banjar mendatang, sehingga kami tidak akan main-main dalam menentukan nilai dan siapa yang layak menyandang juaranya" katanya. 

Selama kegiatan perlombaan berlangsung, para peserta yang satu dengan yang lainnya benar-benar memperhatikan gaya presentasi yang disajikan oleh setiap peserta. tak heran, saat giliran peserta yang lainnya tampil mereka berusaha memberikan performa terbaik mereka untuk memikat para dewan Hakim memberikan penilaian terbaik untuk memperoleh predikat juara dalam kategori karya tulis ilmiah pada MTQ Nasional tingkat Kota Banjarbaru ke-19. Ard

Pewarta : Mardiyan
Editor : Taty & Nurul
Fotografer : Alfin
Add Comment