Banjarbaru kemenag BJB , Kementerian Agama Kota Banjarbaru mulai memantapkan arah kebijakan baru melalui penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029. Agenda strategis tersebut dibahas dalam rapat penyelarasan program dan penguatan kinerja yang berlangsung di Aula Integritas pada Senin (24/11), diikuti seluruh ASN dan pejabat struktural lingkungan Kemenag Banjarbaru.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, hadir langsung memberikan arahan dan menegaskan bahwa penyusunan Renstra bukan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi, tetapi merupakan peta jalan masa depan Kemenag Banjarbaru untuk dua tahun mendatang.
Dalam arahannya, Mukhlis menekankan tiga penguatan utama yang juga menjadi fokus Kementerian Agama secara nasional, yakni moderasi beragama, digitalisasi layanan, dan tata kelola berintegritas.
“Renstra ini harus membuat kita lebih terarah. Moderasi beragama harus semakin membumi, pelayanan harus lebih cepat dengan dukungan digital, dan tata kelola harus transparan. Kita ingin masyarakat merasakan kehadiran Kemenag secara nyata melalui layanan yang rapi, mudah, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Mukhlis.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap ASN memiliki peran dalam pencapaian target Renstra, baik di KUA, madrasah, penyuluh, pelayanan haji, maupun pendidikan agama.
“Kita tidak membuat Renstra untuk disimpan, tetapi untuk dijalankan. Semua unit harus berorientasi pada hasil. Masyarakat butuh layanan yang pasti, bersih, dan memberikan kepastian,” tambahnya.
Mukhlis turut mengajak seluruh ASN menjaga solidaritas dan komitmen kerja, mengingat tantangan pelayanan publik ke depan semakin kompleks.
Mendampingi Kepala Kantor, Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Ahmad Alamsyah, menyampaikan bahwa Renstra Kemenag Banjarbaru 2025–2029 harus memperkuat kesinambungan program agar tidak terputus dari tahun-tahun sebelumnya.
“Program yang berjalan baik harus diperkuat. Renstra ini harus berkelanjutan, tidak hanya bersifat tahunan. Kita ingin setiap kegiatan punya arah, punya ukuran, dan menghasilkan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi Renstra dengan kebijakan Kemenag RI, terutama terkait peningkatan kualitas layanan keagamaan, penguatan data, dan percepatan transformasi digital.
Rapat yang berlangsung dinamis tersebut juga menyoroti berbagai target strategis Kemenag RI yang harus diterjemahkan di tingkat daerah, seperti Penguatan moderasi beragama dan pengembangan ekosistem pembinaan umat
Optimalisasi digitalisasi layanan KUA dan tata kelola internal penguatan pendidikan agama, madrasah, dan kinerja penyuluh, penajaman indikator kinerja agar lebih terukur dan berdampak
Menutup arahan, Mukhlis menegaskan bahwa Kemenag Banjarbaru harus menjadi contoh instansi yang responsif terhadap perubahan.
“Kita ingin Banjarbaru menjadi kota yang kuat dalam layanan keagamaan, rapi dalam tata kelola, dan maju dalam digitalisasi. Renstra ini adalah komitmen kita bersama untuk melangkah lebih baik. Mari bekerja dengan hati, integritas, dan orientasi pada manfaat,” pungkasnya. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Alfin
Pewarta: Mardian
Foto: Alfin








