Banjarbaru (kemenag BJB) mengutip pernyataan menteri Agama Gus Yaquth, bahwa Kementerian agama menjadi Rumah bernaung bagi semua agama, senada dengan Gusmen, kepala kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru H. Mahrus, kementerian Agama kota juga menjadi naungan atau rumah bagi semua agama di tingkat daerah. Perihal itu disampaikan Mahrus saat menerima tamu perizinan tempat ibadah umat kristiani di ruang Tamu Utama pada kamis (29/2).
‘’ bahwa Kemenag tidak hanya melayani umat Islam, tetapi juga semua agama yang diakui di Indonesia. Ia mengatakan bahwa Kemenag harus menjadi pengayom bagi siapapun, tanpa memandang agama, suku, ras, dan golongan’’
Mantan Kepala kantor Kemenag Kab Tapin ini menjelaskan jika peranan Kemenag sangat penting, sebagai upaya merealisasikan program Moderasi beragama yang dimulai di tahun 2023, sedangkan di tahun ini sebagai tahun penguatan moderasi beragama.
‘’Membangun keakraban dan menjadi pengayom menjadi kunci untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama, maka dari itu di butuhkan dialog dan kerjasama antarumat beragama untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa’’
Mahrus Juga menekankan peran kemenag harus berkomitmen untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Katanya Penting bagi semua pihak untuk mendukung upaya Kemenag dalam mewujudkan moderasi beragama.
Sebelumnya Ketua FKUB banjarbaru Muslih Amberi di hadapan kepala kemenag pernah menyatakan bahwa peranan Kementerian agama sangat penting sebagai ujung tombak terbangunnya kerukunan dan sikap toleransi antar umat beragama.
‘’Di tengah kemajemukan masyarakat dan keberagaman latar belakang yang berbeda beda maka dibutuhkan peranan kemenag yang menjadi pengayom sebagai wadah bagi semua umat beragama’’ ucapnya kala itu.
Seperti diketahui banjarbaru menjadi salah satu kota dengan tingkat kemajemukan yang cukup tinggi, dari islam Katolik, Nasrani, Budha, HIndu semua ada di banjarbaru, dan syukurnya kerukunan menjadi kuat lantaran karakteristik masyarakat yang cinta akan damai. Ard








