Banjarbaru Kemenag BJB, Dalam giat upacara ang dipimpin langsun kasi PAPKIS H. KHairani di halaman kantor Kemenag Idaman senin (10/2), Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong penerapan budaya salam, sapa, dan senyum (3S) di lingkungan kerja. Hal ini dianggap penting untuk menciptakan suasana yang harmonis, meningkatkan produktivitas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurut Khairani , budaya 3S bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga merupakan cerminan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi sopan santun dan keramahan.
"Dengan membudayakan 3S, kita tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, tetapi juga memperkuat citra Kemenag sebagai institusi yang Humanis dan profesional," ujarnya.
Lebih lanjut, kata khairani bahwa budaya 3S memiliki banyak manfaat, antara lain sapaan hangat dan senyuman tulus dapat mencairkan ketegangan dan menciptakan rasa nyaman di antara pegawai.Interaksi yang baik antar pegawai dapat mempermudah koordinasi dan kolaborasi dalam bekerja.
‘’Lingkungan kerja yang positif dan komunikasi yang baik dapat mendorong pegawai untuk bekerja lebih produktif dan efisien.Pegawai yang ramah dan responsive akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat’’ ujarnya di hadapan peserta apel.
Senada dengannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota idaman Banjarbaru H. Mukhlis Ridhani mengatakan, Kemenag telah melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan pentingnya budaya 3S di lingkungan kerja.
"3S sebagai salah satu indikator penilaian kinerja pegawai, maka dari itu kami berharap berharap dengan upaya ini, budaya 3S dapat menjadi bagian integral dari kehidupan kerja di Kemenag. Dengan begitu, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan berkontribusi pada kemajuan bangsa" pesannya saat ditemui awak humas di ruang kerjanya usai upacara. DIY
Pewarta : Mardian
Fotografer : Nurul
Redaktur: Alfin








