Banjarbaru (Kemenag BJB) - Gus Men Yaqut Cholil Qoumas usai mengukuhkan pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) periode 2022 – 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta beberapa hari lalu berpesan agar masjid dijaga dari politisasi dan menanggapi pesan tersebut KementerianAgama (Kemenag) Banjarbaru melalui seksi Bimbingan Masyarakat Islam memberikan respon cepat bahwa kemenag siap mengawal agar tempat ibadah termasuk masjid bebas dari upaya politisasi.
“Mengutip pernyataan Menteri Aagama Gus Yaquth, dalam rangka menyambut tahun politik agar khsususnya Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) terutama di tingkat daerah, untuk fokus pada menJadikan masjid sebagai rumah bersama yang menjadi tempat bernaung banyak orang yang memiliki itikad dan komitmen untuk pemberdayaan dan pemajuan masjid sebagai tempat ibadah begitu hanya dengan tempat ibadah lainnya,” kata Kasi Bimas Islam Kemenag Banjarbaru H. RimaZullah saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (04/05/23).
Menurut Zullah tahun politik seringkali memicu terjadinya politisasi diberbagai aspek kehidupan, termasuk tempat ibadah. Namun, sebagai Bimas yang bertugas untuk membantu menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat, ia memahami bahwa penting untuk menjaga agar tempat ibadah tidak menjadi objek politisasi.
“Jangan sampai beda pandangan politik menjadi permusuhan dari kekuatan persaudaraan yang sudah terjaga dengan baik terutma mereka yang audah cukup lama menghidupi tempat ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan rusak lantaran politisasi segelintir kelompok,” imbuhnya.
Sepakat dengan apa yang disampaiakn Kasi Bimas, Kepala Kantor Kementerian Agama kota Banjarbaru H. Mahrus mengharapkan agar seluruh komponen di lingkungan Kemenag banjarbaru ikut serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga netralitas tempat ibadah dari politisasi dan pentingnya menjaga kebersihan serta kerapian tempat ibadah.
“Berikan edukasi kepada masyarakat tentang nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan menghargai perbedaan dalam beragama dan berpolitik, sehingga masyarakat lebih bijak dalam memandang dan merespons situasi politik yang ada. Dan pada akhirnya tempat ibadah akan difungsikan sebagaimana mestinya tidak ahany sekedar memanfaatkan momentum politik di tahun depan,” pesannya.
Mahrus juga berpesan agar BKM dan para pengurus masjid mampu meningkatkan kerja sama dengan para pemuka agama dan pengurus tempat ibadah dalam menjaga ketertiban dan keamanan, serta menghindari politisasi yang dapat memecah belah masyarakat dan menjalin koordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan politik yang dilakukan di sekitar tempat ibadah, sehingga tercipta suasana yang aman dan nyaman bagi jamaah.
Sesuai dengan harapan masyarkat sekiranya tetap terjaga netralitas dan kebersihan tempat ibadah dari politisasi, sehingga masyarakat dapat merasa tenang dan nyaman dalam melaksanakan ibadah dan beraktivitas di sekitar tempat ibadah.
Penulis : Ardan
Foto : Kontri








