Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru) - Santri dan santriwati dari sejumlah Pondok Pesantren di Kota Banjarbaru berhasil menorehkan hasil maksimal pada Seleksi Computer-Based Test (CBT) Musabaqah Qira`atil Kutub Nasional (MQKN) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.
Hasil membanggakan tersebut diperoleh setelah diumumkannya hasil seleksi tahap awal pada Sabtu, 28 Juni 2025. Sebelumnya, seleksi CBT MQKN telah digelar serentak pada 17–19 Juni 2025 di seluruh provinsi.
Pada pengumuman disampaikan bahwa santri Ponpes Al Falah Putra sukses meraih peringkat 1 pada mata lomba Akhlaq Tingkat Ulya, sementara dua santri lainnya dari Ponpes Darul Ilmi Putra menjadi peringkat 1 dalam mata lomba Fiqh – Ushul Fiqh Tingkat Wustha dan mata lomba Hadis – Ilmu Hadis Tingkat Ulya. Total terdapat 45 santri/santriwati dari lima Pondok Pesantren di Kota Banjarbaru yang berhasil masuk 10 besar CBT MQKN tingkat Prov. Kalimantan Selatan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, memberikan apresiasinya terhadap hasil yang diperoleh santri dan santriwati Kota Banjarbaru. Ia berharap MQKN, selain sebagai lomba, juga menjadi penyemangat para santri untuk lebih dalam menimba ilmu agama.
“Selamat kepada seluruh santri dan santriwati yang telah berjuang di CBT MQKN sebagai perwakilan Kota Banjarbaru. Para santri dan santriwati tentunya telah melakukan yang terbaik dan kami sangat mengapresasi hal tersebut. Semoga ditahap selanjutnya santri-santri kita dapat kembali meraih kesukseskan dengan membawa nama harum Banjarbaru dan Kalimantan Selatan,” ucap Mukhlis, di Banjarbaru, Senin (30/6/25).
Menurut Mukhlis, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi para santri, orang tua, serta pondok pesantren, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren di Banjarbaru terus mengalami kemajuan.
Oleh karenanya, ia juga memberikan penghargaan kepada Seksi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS), para pembina dan pengasuh pondok pesantren, dan pihak terkait yang telah memberikan dukungan dan bimbingan kepada para peserta.
Sebagai kota dengan julukan Kota Pendidikan, maka peran pesantren dalam pendidikan anak di Kota Banjarbaru sangatlah besar. Kepala Kantor mengatakan bahwa dari pesantrenlah lahir generasi yang memiliki integritas, keilmuan, dan akhlak mulia berdasarkan nilai-nilai agama Islam.
“InsyaAllah, ini menjadi awal yang baik dan kami dari Kantor Kemenag Banjarbaru akan terus mendukung pembinaan santri-santriwati agar ke depan lebih banyak prestasi yang bisa diraih,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Khairani, juga mengharapkan hasil terbaik selalu menyertai santri perwakilan Banjarbaru.
“Semoga hasil terbaik selalu menyertai, khususnya bagi peserta yang nantinya ditetapkan sebagai peringkat 1 putra dan putri untuk mewakili kafilah masing-masing dalam babak penyisihan MQKN yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang,” ujarnya.
“Tetap semangat, terus berproses, dan semoga diberikan kelancaran serta keberkahan dalam setiap tahapan seleksi. Kami percaya, generasi santri Indonesia adalah generasi emas yang siap mengharumkan Kota Banjarbaru dan Provinsi Kalimantan Selatan di kancah nasional,” sambungnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, MQK Nasional Tahun 2025 akan dilaksanakan di Pondok Pesantren As`adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Seleksi penyisihan untuk jenjang Ula dan Wustha t dilakukan secara daring, sementara jenjang Ulya akan dilaksanakan secara luring terpusat di Pesantren As`adiyah, Sengkang. Adapun babak semifinal dan final untuk seluruh jenjang akan dilaksanakan secara langsung di lokasi penyelenggaraan MQK Nasional 2025.
Pewarta: Karima
Foto: Nurul
Pewarta: Karima
Foto: Nurul








