Banjarbaru (Kemenag) BJB — Semangat membumikan nilai-nilai Al-Qur`an terus dikuatkan Kementerian Agama Kota Banjarbaru. Bertempat di halaman Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, Rabu (14/1), dilakukan serah terima 1.000 mushaf Al-Qur`an terjemahan Bahasa Banjar yang diterima oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur`an (LPTQ) Kota Banjarbaru melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Rimazullah.
Serah terima mushaf Al-Qur`an ini menjadi bagian dari ikhtiar memperluas akses pemahaman Al-Qur`an dengan pendekatan bahasa lokal, agar nilai-nilai ilahiah semakin membumi dan dekat dengan kehidupan masyarakat Banjar. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Banjarbaru, H. Rimazullah, menyampaikan bahwa 1.000 mushaf Al-Qur`an tersebut merupakan amanah besar yang akan disalurkan secara tepat sasaran melalui LPTQ. “Al-Qur`an ini bukan sekadar kitab bacaan, tetapi amanah untuk dihidupkan. Insyaallah mushaf terjemahan Bahasa Banjar ini akan kami salurkan melalui LPTQ ke lembaga-lembaga pembinaan Al-Qur`an, rumah ibadah, majelis taklim, serta komunitas yang membutuhkan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pendistribusian akan difokuskan pada wilayah dan kelompok yang selama ini aktif dalam pembinaan tilawah, tahfiz, dan pemahaman Al-Qur`an, sekaligus menjangkau masyarakat akar rumput. Lebih lanjut, H. Rimazullah menekankan bahwa penggunaan terjemahan Bahasa Banjar memiliki makna strategis dalam dakwah dan pembinaan umat. “Bahasa Banjar adalah bahasa hati masyarakat Banjar. Dengan terjemahan ini, Al-Qur`an menjadi lebih mudah dipahami, lebih dekat secara emosional, dan lebih kuat membentuk kesadaran beragama. Inilah ikhtiar agar Al-Qur`an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan,” jelasnya. Ia menambahkan, pendekatan bahasa lokal menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai akhlak, toleransi, dan kearifan Islam yang rahmatan lil `alamin dalam kehidupan sehari-hari.
Secara terpisah Menanggapi serah terima tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap pemanfaatan mushaf Al-Qur`an terjemahan Bahasa Banjar ini. “Ini bukan sekadar distribusi mushaf, tetapi investasi peradaban. Al-Qur`an dengan terjemahan bahasa lokal akan memperkuat literasi keagamaan masyarakat Banjar, menjadikan nilai-nilai Al-Qur`an lebih mudah dipahami dan dihayati,” tutur Mukhlis Ridhani. Ia berharap, ke depan Al-Qur`an terjemahan Bahasa Banjar dapat menjadi rujukan pembelajaran keagamaan, khususnya bagi generasi muda, agar kecintaan terhadap Al-Qur`an tumbuh seiring dengan pelestarian identitas budaya lokal. “Ketika Al-Qur`an dipahami melalui bahasa sendiri, maka pesan-pesannya akan lebih membekas dan membentuk karakter umat yang religius, moderat, dan berakhlak,” tambahnya.
Serah terima 1.000 mushaf Al-Qur`an terjemahan Bahasa Banjar ini menjadi simbol kuat sinergi antara Kementerian Agama dan LPTQ dalam menjaga, mengembangkan, dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur`an di tengah masyarakat. Dari Banjarbaru, cahaya wahyu diharapkan terus menyala, menyapa umat dengan bahasa yang mereka pahami, dan menggerakkan amal nyata dalam kehidupan sehari-hari. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








