Banjarbaru kemenag BJB– Dalam rangka menyukseskan program nasional nikah massal gratis tahun 2025 yang diinisiasi oleh kementerian agama Republik Indonesia, Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kota Banjarbaru menggelar rapat koordinasi persiapan pada selasa (03/7) di Musholla Rizalul Ilmi Kantor Kemenag Kota Banjarbaru. Dengan dihadiri Kepala kemenag, Kepala KUA pengurus Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Banjarbaru, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Banjarbaru dan para ASN kemenag.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimas Islam, H. Rimazullah, yang memberikan pengarahan kepada Anggota APRI untuk merancang kegiatan tersebut sekaligus melakukan pendataan bagi catin yang bisa ikut dalam program nikah massal
“Nikah massal ini bukan hanya menjawab kebutuhan administratif masyarakat, tapi juga menjadi sarana pembinaan keluarga yang sah secara agama dan hukum. Memberikan kemudahan bagi mereka yang tidak mampu,” ujar H. Rimazullah.
Program ini dirancang sebagai bagian dari gerakan nasional pelayanan keagamaan yang inklusif dan berkeadilan, dengan menyasar pasangan yang belum memiliki dokumen resmi pernikahan karena keterbatasan biaya atau akses.
Turut memberikan arahan dalam rapat ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, yang menegaskan pentingnya regulasi pernikahan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku, serta mendorong optimalisasi peran lintas sektoral dalam mendukung program-program pelayanan keagamaan di Banjarbaru.
“Pernikahan bukan hanya sah secara agama, tetapi juga harus sah secara hukum. Maka, regulasi dan pendampingan bagi pasangan yang ingin menikah perlu diperkuat, termasuk dengan melibatkan dinas terkait dan penyuluh agama,” ujar H. Mukhlis.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kota Banjarbaru harus terus diperluas dalam berbagai bidang, termasuk pencatatan nikah, pembinaan keluarga sakinah, hingga edukasi pernikahan dini dan pencegahan pernikahan tanpa dokumen resmi.
Rapat ini menjadi titik awal persiapan program pemerintah pusat dalam pelaksanaan Nikah massal gratis juga serempak akan diselenggarakan di duabelas kota kabupaten lain di kalsel dan nasional, dengan menjalankan program nikah massal nasional dengan pendekatan yang humanis, inklusif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi ruang penguatan peran penyuluh agama sebagai agen perubahan sosial yang hadir langsung di tengah-tengah masyarakat. DIY
Pewarta: Mardian
Foto: Kontri
Pewarta: Mardian
Foto: Kontri








