Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru) – Dalam rangka mendukung upaya pelestarian lingkungan, Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru menyatakan komitmennya untuk mendorong program Sekolah Adiwiyata di lingkungan madrasah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, S.Ag., MH. dalam kegiatan Sosialisasi Sekolah Adiwiyata yang dilaksanakan di Aula Integritas Kemenag Banjarbaru, Kamis (08/05/25)
Dalam sambutannya, Mukhlis menyampaikan pentingnya penerapan konsep Adiwiyata sebagai upaya menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, hijau, dan ramah lingkungan. Ia menekankan bahwa penghijauan bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan.
“Penghijauan di lingkungan madrasah bukan sekadar memperindah sekolah, tetapi juga mendidik siswa untuk menjaga alam sebagai bagian dari ajaran Islam. Kita ingin madrasah menjadi contoh sekolah Adiwiyata Islami yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik tetapi juga peduli lingkungan,” ujarnya saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Adiwiyata Lingkup Kemenag Kota Banjarbaru.
Sosialisasi ini diikuti oleh seluruh Ketua dan Operator Adiwiyata pada Madrasah dari tingkat MI, MTs, hingga MA se-Kota Banjarbaru. Materi sosialisasi mencakup strategi implementasi program Adiwiyata, mulai dari pengelolaan sampah, penanaman pohon, hingga penghematan energi di lingkungan madrasah yang diisi langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) Fahmi Fitriadi menyebutkan bahwa program ini akan dijadikan sebagai program prioritas dalam rangka mendukung target Kota Banjarbaru sebagai kota ramah lingkungan.
“Kami akan terus mengawasi dan membina madrasah agar dapat menerapkan program Adiwiyata secara berkelanjutan. Selain itu, kami juga akan melibatkan siswa sebagai duta lingkungan untuk mengampanyekan kesadaran menjaga lingkungan,” jelasnya.
DLH Kota Banjarbaru juga siap memberikan dukungan teknis berupa pendampingan, pelatihan pengelolaan sampah, dan penyediaan bibit tanaman kepada madrasah yang berkomitmen untuk mengembangkan konsep Adiwiyata. “Kami akan membantu madrasah untuk membuat program penghijauan, bank sampah, hingga pembuatan taman edukasi lingkungan. Dengan begitu, siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga bisa langsung mempraktikkan bagaimana cara menjaga lingkungan,” tambahnya.
Selain itu, DLH juga mengapresiasi Kementerian Agama Kota Banjarbaru yang berinisiatif memasukkan konsep Adiwiyata sebagai bagian dari pendidikan karakter di madrasah. “Kolaborasi antara DLH dan Kemenag ini sangat positif. Kami berharap, melalui program Adiwiyata, madrasah dapat menjadi pelopor sekolah berbasis lingkungan yang Islami,” pungkasnya.
Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, diharapkan seluruh madrasah di Kota Banjarbaru dapat segera menerapkan konsep Sekolah Adiwiyata berbasis nilai-nilai Islam, serta menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menjaga lingkungan. “Mari jadikan madrasah tidak hanya sebagai tempat belajar ilmu, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan Islami,” tukasnya.
Pewarta: Alfin
Foto: Alfin
Redaktur: Nurul
Pewarta: Alfin
Foto: Alfin
Redaktur: Nurul








