Banjarbaru Kemenag BJB - Komitmen untuk terus berbenah dan memperkuat budaya kerja berintegritas kembali ditegaskan Kementerian Agama Kota Banjarbaru. Hal ini mengemuka dalam apel pagi ASN yang digelar di halaman Kantor Kemenag Banjarbaru, Senin (2/2/2026), dengan Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Ahmad Alamsyah, bertindak sebagai pembina apel.
Dalam arahannya dihadapan Kepala Kantor, para pejabat struktural, serta seluruh ASN, Alamsyah menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pegawai dalam proses evaluasi dan penyempurnaan program Zona Integritas (ZI) sebagai fondasi utama peningkatan kualitas pelayanan publik di tahun 2026. “Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi cerminan kesungguhan kita membangun sistem kerja yang bersih, transparan, dan melayani,” tegas Alamsyah. Ia mengungkapkan optimisme bahwa pada tahun 2026, Kemenag Banjarbaru mampu melakukan penyempurnaan signifikan dalam memenuhi seluruh variabel penilaian Zona Integritas. Kunci utamanya, menurut Alamsyah, terletak pada kesiapan tim zona perubahan yang harus dibangun secara proper, solid, dan terencana sejak dini. “Tim zona perubahan harus disiapkan lebih awal dan benar-benar siap kerja. Dengan begitu, setiap tahapan penilaian bisa kita evaluasi secara objektif, kita tahu di mana kekurangan dan apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Lebih lanjut, Alamsyah mengingatkan agar setiap pemenuhan indikator dan variabel penilaian tidak dikerjakan mendekati tenggat waktu. Ia meminta seluruh tim zona perubahan bekerja lebih proaktif, menyelesaikan setiap tahapan jauh sebelum deadline penilaian berakhir. “Kalau kita kerjakan lebih awal, kita punya ruang untuk memperbaiki, bukan sekadar mengejar waktu. Ini soal keseriusan dan komitmen bersama,” tambahnya dengan nada penuh penekanan.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menyambut positif langkah penguatan yang disampaikan pembina apel. Menurutnya, Zona Integritas harus dipahami sebagai gerakan bersama, bukan hanya tugas tim tertentu. “Zona Integritas adalah kerja kolektif. Semua ASN memiliki peran, sekecil apa pun kontribusinya. Jika ritme kerja kita terbangun sejak awal, insyaallah hasilnya akan lebih terukur dan berkelanjutan,” tutur Mukhlis.
Ia juga menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum konsolidasi dan pematangan sistem kerja, sejalan dengan target Kemenag Banjarbaru untuk terus memperkuat budaya pelayanan yang berorientasi pada integritas dan kepercayaan publik. “Yang kita bangun bukan hanya nilai penilaian, tetapi budaya kerja. Ketika budaya itu tumbuh, maka Zona Integritas akan hadir dengan sendirinya dalam setiap layanan yang kita berikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Apel pagi tersebut menjadi penanda awal bahwa Kemenag Banjarbaru tidak berhenti pada capaian, melainkan terus bergerak, mengevaluasi, dan menyempurnakan langkah menuju Zona Integritas yang nyata dan berdampak di tahun 2026. Diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








