Banjarbaru (27/11/2025) – Memasuki hari ketiga pelaksanaan MTQ Nasional ke-20 tingkat Kota Banjarbaru, tiga cabang lomba—Fahmil Qur`an, Hafalan Hadis 100 dan 500, serta Kaligrafi—resmi memasuki tahap penilaian akhir. Seluruh berkas penilaian yang dikumpulkan dari masing-masing venue kini berada di meja panitera untuk diverifikasi secara cermat sebelum ditetapkan hasil resminya.
Sejak Kamis pagi, 27/11 tim panitera dan dewan hakim dari masing-masing cabang bekerja intensif melakukan pengecekan nilai satu per satu. Proses verifikasi dilakukan di ruang yang telah ditentukan, dengan memastikan seluruh aspek penjurian sesuai pedoman MTQ.
Salah satu tahapan penting berlangsung untuk cabang kaligrafi, di mana seluruh karya peserta dikumpulkan di Mushala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru. Setiap karya dari kategori Naskah, Dekorasi, Hiasan Mushaf, kaligrafi digital hingga Kontemporer masuk dalam pemeriksaan menyeluruh oleh tim penilai.
Dewan hakim kaligrafi, Hadi Purwanto, menyebut proses penilaian kali ini membutuhkan ketelitian tinggi.
“Hari ini seluruh karya dari berbagai kategori kami nilai ulang secara detail. Kualitas karya para peserta sangat baik dan penuh ketekunan. Karena itu kami harus teliti agar setiap poin penilaian benar-benar mencerminkan kemampuan mereka,” ujarnya kepada Humas Kemenag.
Dari cabang Hafalan Hadits 100 dan 500, panitia penanggung jawab lomba, Ariska, memastikan bahwa seluruh rangkaian perlombaan telah selesai dilaksanakan pada Rabu malam.
“Hari ini kami memverifikasi nilai yang telah diserahkan dewan hakim. Setelah proses cek dan cocokan rampung, barulah dibawa ke rapat dewan hakim untuk menetapkan peserta terbaik dari masing-masing kategori,” jelasnya singkat.
Sementara itu, Ketua Dewan Hakim MTQN XX sekaligus Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridani, kembali menekankan pentingnya objektivitas dalam setiap keputusan.
“Kami meminta seluruh dewan hakim untuk tetap selektif, teliti, dan independen. Setiap keputusan memiliki konsekuensi besar, sehingga penilaian harus berdiri di atas keadilan dan integritas,” tegasnya.
Dengan berlangsungnya tahap penilaian ini, seluruh pihak berharap hasil yang diumumkan nantinya benar-benar merepresentasikan kemampuan terbaik para kafilah. MTQN XX Banjarbaru tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum melahirkan generasi Qur`ani yang unggul dan berintegritas tinggi. diy
Pewarta : Mardian
Foto: Mardian
Pewarta : Mardian
Foto: Mardian








