Banjarbaru Kemenag BJB. Menindaklanjuti keputusan Direktur Jenderal pendidikan Islam nomor 1262 tahun 2024 tentang petunjuk teknis pengasuhan ramah anak di lingkungan pesantren, melalui seksi pendidikan agama Islam Kementerian Agama kota Banjarbaru membangun kerjasama melalui sinergitas bersama dinas pengendalian penduduk keluarga berencana pemberdayaan masyarakat perempuan dan perlindungan siap realisasikan program tersebut.
H. khairani selaku kepala seksi pendidikan agama dan pendidikan keagamaan Islam kepada jurnalis Kemenag pada Selasa 11/9. Menghadiri kegiatan pertemuan menyampaikan pihaknya siap menjadi motor penggerak dalam rangka realisasi program pengasuhan ramah anak di lingkungan pesantren.
'Kami siap dan berkomitmen dalam rangka membangun lingkungan pesantren yang ramah guna mencapai target pendidikan secara maksimal di lingkungan pondok pesantren, tentunya hal ini perlu dukungan segenap komponen pondok pesantren pembina, bersama para dewan ustadnya' Khairani saat menjadi pembicara dalam kegiatan sosialisasi pengasuhan ramah anak di lingkungan pesantren yang diikuti oleh seluruh Pesantren se-kota Banjarbaru.
Menurut pria kelahiran astambul Kalimantan Selatan ini, dalam konteks pendidikan hendaknya para guru, pemangku kebijakan memperhatikan aspek penting, bahwasanya proses pembelajaran kepada santri atau siswa harus menyesuaikan, dengan zamannya. Maka dari itu, Khairani berpesan agar para guru memahami proses pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
'Mengutip pesan dari sahabat nabi sayyidina Ali radhiyallahu anhu, bahwasanya ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup di zaman mereka bukan di zamanmu' kutip nya.
Khairani menuturkan perkembangan teknologi mengharuskan kita sebagai guru orang tua bahkan seorang pendidik harus melek teknologi, sehingga dalam proses pembelajaran kita mengetahui mana yang tepat disampaikan, sehingga antara orang tua dan guru tidak ada lagi stigma gagap teknologi.
'Dalam perkembangan pendidikan dewasa ini pola pengasuhan pada pondok pesantren juga berubah searah perubahan itu sendiri tentunya bagi para guru tidak boleh meninggalkan manhajnya dalam rangka membentuk generasi Qurani yang berakhlakul karimah' pesannya.
Di tempat terpisah, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama kota Banjarbaru. H. Ahmad Alamsyah meminta jajaran pendidikan agama dan keagamaan Islam melakukan pergerakan yang lebih baik dalam rangka mendorong terciptanya pondok pesantren ramah anak. Sehingga kedepannya, citra pondok dalam mencetak generasi menjadi pusat pendidikan yang bisa diunggulkan.
'Dengan adanya sinergitas ini, Kementerian Agama yakin mampu menjadi pionir dalam rangka membangun pondok pesantren yang ramah anak. Tentunya dengan penguatan sinergitas antara Kementerian Agama bersama pemerintah yang harus dibangun secara terus-menerus, serta membangun jaringan komunikasi dengan pondok pesantren secara intensif dalam melakukan kontrol dan pembinaan pendidikan yang baik' ungkap Alamsyah. Ard
Pewarta : Mardiyan
Editor : Taty & Nurul
Fotografer : Alfin








